Kamis, 25 Maret 2010

POLA HUBUNGAN SUBJEK DAN PREDIKAT

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.

Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.
1. Ciri-Ciri Subjek

Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.Contoh : 1. Juanda memelihara binatang langkaSiapa memelihara? Jawab : Juanda. (maka juanda adalah S sedangkanmemelihara adalah )Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban 2. Meja itu dibeli oleh paman.Apa dibeli ? = jawab Meja
¨ Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
Contoh : Anak itu mengambil bukuku
S P
2 Ciri-Ciri Predikat
¨ Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.
Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.
¨ Kata Adalah atau IalahPredikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.
¨ Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau ModalitasPredikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.
3 Ciri-Ciri Objek
Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.
¨ Langsung di Belakang PredikatObjek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
¨ Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
¨ Didahului kata BahwaAnak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.

Contoh 4 pola dari hubungan S+P adalah sebagai berikut:

1. Semua subjek adalah bukan semua PredikatContoh kalimat:
a. Semua bunga adalah bukan semua mawar.
b. Semua model adalah bukan semua perempuan.
c. Semua kendaraan adalah bukan semua mobil.
2.A. Semua subjek adalah predikatContoh kalimat:
a. Semua anak adalah buah hati keluarga
b. Semua guru adalah pengajar
c. Semua manusia adalah makhluk sosial
B. Sebagian subjek adalah predikata:
a. Sebagian wanita adalah berambut panjang
b. Sebagian Mahasiswa universitas Gunadarma adalah perempuan
c. Sebagian perawat adalah laki-laki
3. Tidak adapun subjek adalah predikat:
a. Tidak ada satupun wanita adalah pria
b. Tidak satupun burung adalah ikan
c. Tidak ada satupun ayah adalah ibu
4. A. Sebagian subjek adalah sebagian predikat:
a. Sebagian guru adalah sebagian pria
b. Sebagian hewan adalah sebagian bertelur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar